DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA DINI DISEKSI AORTA

  • Indah Anita Dewi FK Universitas Lampung
Keywords: aorta, diagnosis, diseksi, stanford

Abstract

Lebih dari 250 tahun sejak diseksi aorta torakalis pertama kali dijelaskan. Diseksi aorta merupakan komplikasi penyakit aorta torakalis paling membahayakan dan menjadi penyebab utama kematian penyakit aorta. Kondisi yang mengancam jiwa ini baru-baru ini dikategorikan sebagai sindrom aorta akut. Beberapa alat diagnostik untuk mendeteksi kondisi kritis ini telah banyak dipakai termasuk computed tomography, ultrasonography, magnetic resonance imaging, dan tes laboratorium. Diagnosis dini dan akurat adalah yang paling penting untuk menentukan tatalaksana yang tepat. Tatalaksana awal di unit gawat darurat untuk kondisi ini bertujuan mengendalikan rasa sakit dan menstabilkan keadaan hemodinamik. Tatalaksana lebih lanjut berdasarkan diagnosis pencitraan dan hasil laboratorium. Hasil bedah pada diseksi aorta membaik secara bertahap, namun angka kematian tetap tinggi. Baru-baru ini, perbaikan aorta torakalis secara endovaskular telah menjadi teknik alternatif untuk mengobati diseksi aorta tipe B yang rumit. Tatalaksana cepat setelah diagnosis dini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa pasien. Kemajuan terus menerus dalam teknologi pencitraan dan penatalaksanaan meningkatkan hasil jangka pendek dan jangka panjang pada pasien diseksi aorta.

Published
2020-01-27
Section
Tinjauan Pustaka