HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI DESA SISUMUT, KECAMATAN KOTAPINANG

  • Aprian Muliadin Harahap Universitas Islam Sumatera Utara
  • Ani Ariati FK UISU
  • Zaim Anshari Siregar FK UISU

Abstract

Pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat merupakan faktor risiko yang berkontribusi besar terhadap timbulnya penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus (DM). Kondisi hiperglikemia pada penderita DM diduga terkait erat dengan status gizinya. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional yang dilakukan untuk mengkaji adanya hubungan indeks massa tubuh (IMT) dan kadar glukosa darah (KGD) pada penderita DM. Populasi pada penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus di desa Sisumut kecamatan Kota Pinang dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Dilakukan pengukuran KGD, berat badan dan tinggi badan. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,9% responden memiliki IMT berlebih (IMT>25 kg/m2) dan 60% responden mengalami hiperglikemia (>199 gr/dL). Hasil uji korelasi spearman (p=0,000 dengan r=0,925) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan KGD. Indeks massa tubuh berlebih menjadi faktor resiko tingginya kadar glukosa darah pada penderita DM.

Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, Kadar Glukosa Darah, Diabetes Mellitus

Published
2020-07-29
Section
Artikel Penelitian