UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS DAN PITYROSPORUM OVALE

  • Meriana Simanullang Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia
  • Muammar Khaitami Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia
  • Saipul Sihotang Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia
  • Andre Budi Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia
Keywords: Metabolit Sekunder, Efektivitas, Ekstrak, Skrining, Polifenol

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun belimbing wuluh dan efektivitasnya dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis dan Pityrosporum ovale. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan perlakuan ekstrak belimbing wuluh yaitu 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. data dianalisa menggunakan software SPSS Versi 23. Hasil skrining fitokimia ekstrak belimbing wuluh terdapat senyawa metabolit sekunder yang potensial seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, tannin, saponin, steroid, dan polifenol. Pemberian 100% ekstrak belimbing wuluh merupakan perlakuan terbaik dalam menekan pertumbuhan bakteri S. epidermidis dan P. ovale dengan rata-rata daya hambat  yaitu 11,33 mm dan 11,50 mm.

 

 

Published
2021-01-21
Section
Artikel Penelitian